Di dalam ruangan, tubuh Leluhur mengeluarkan aura yang semakin kuat. Energi qi melonjak liar dan tak terkendali, seolah-olah hendak meledak. Lynx menyipitkan mata dan mengulurkan telapak tangan, menempelkan satu jari pada titik di antara alis Leluhur.

“Leluhur, dengarkan aku,” suara Lynx bergema langsung di dalam pikiran Leluhur melalui telepati. “Pergilah keluar! Hadapi petir yang datang di luar agar tidak menghancurkan tempat ini. Petir Kesengsaraan ini bukan karena terobosan ranah, melainkan karena efek Pil Soul Healing Nirvana yang baru saja kau telan."

Lynx lalu melanjutkan setelah melihat reaksi Leluhur."Petir ini adalah ujian yang datang karena kekuatan pil yang melampaui hukum alam. Jangan dilawan! Seraplah energi petir untuk menstabilkan kekuatan Immortal-mu.” Lynx memberikan gambaran melalui telepatinya cara menyerap dan menstabilkan energi petir yang datang.

Leluhur yang mendapatkan sebuah teknik untuk menstabilkan kekuatannya merasa kaget dan kagum. Itu adalah teknik yang sudah lama hilang dan kini pemuda yang baru dikenalnya justru memberikan begitu saja teknik yang sangat berharga ini.

Dengan teknik ini, setiap muridnya yang mengalami ujian kenaikan ranah, akan dapat dengan cepat menstabilkan kekuatannya, bahkan dapat memanfaatkan kekuatan petir untuk menambah kekuatan elemennya.

Setelah memahami teknik yang diajarkan oleh Lynx, dengan napas dalam ia segera membuka matanya. Mata Leluhur berkilat penuh tekad dan rasa terima kasih, lalu dia terbang kelangit untuk menerima serangan petir.

Saat petir pertama menyambar, tubuh Leluhur menyerap kekuatan destruktif itu. Setiap petir yang turun menghantam tubuhnya, namun kekuatan petir tersebut terurai dan menyatu dengan qi dalam tubuh Leluhur.

Di luar ruangan, para murid dan tetua sekte hanya bisa tertegun menyaksikan kilatan petir yang terus menyambar dari langit. Setiap sambaran membuat tanah bergetar dan udara dipenuhi aura penindasan.

“Leluhur sedang menyerap Petir Kesengsaraan!” seru salah satu tetua dengan wajah penuh kekaguman.

“Tidak mungkin... Bagaimana petir kesengsaraan bisa diserap seperti itu! Tunggu! Aku pernah mendengarnya. Itu teknik penyempurnaan tubuh dengan kekuatan petir!” tetua lain berucap dengan suara bergetar.

Petir demi petir menyambar, sembilan kali totalnya, hingga akhirnya awan hitam perlahan-lahan menghilang, tersapu angin. Langit kembali cerah, namun aura Leluhur kini jauh berbeda—lebih tajam, lebih kuat, dan penuh dominasi. Energi Immortal Tingkat Akhir memancar darinya, stabil dan dalam.

Lynx mengamati kondisi Leluhur dengan senyum puas. Tubuh Leluhur yang semula kurus tampak lebih berotot, wajahnya yang semula lelah kini penuh vitalitas. Wajah Leluhur menyiratkan kepuasan dan rasa syukur yang mendalam.

“Leluhur, proses penyempurnaan selesai. Racun lama telah lenyap, dan kekuatanmu telah menembus puncak Immortal,” kata Lynx sambil menarik kembali jarum-jarum akupuntur dan menyimpannya.

Leluhur berdiri, merasakan kekuatan barunya mengalir deras. Dia menggenggam telapak tangan Lynx dan menatap dalam-dalam. “Terima kasih, Xiao Ling. Aku berutang budi padamu. Sekte Api Langit akan selalu mengenang kebaikanmu.”

Lynx hanya tersenyum samar. “Leluhur terlalu sungkan. Ini hanya tindakan kecil.”

Leluhur terkekeh kecil. “Tindakan kecil? Aku rasa sekte ini tidak akan bertahan jika bukan karena tindakan kecilmu itu.”

"Sebaiknya leluhur meditasi untuk merasakan perubahan yang terjadi dan membiasakan tubuh leluhur. Karena meski kekuatan sudah stabil, tetap leluhur perlu menyesuaikan diri. Saya mohon pamit beristirahat." Kata Lynx sambil memberi hormat.

Lynx menoleh kepada Leena dan Lala yang memandangnya dengan kagum, sementara para tamu, guru, tetua dan murid-murid lain yang melihat kejadian berbisik penuh kekaguman.

"Selamat leluhur atas kenaikan tingkat. Jaya Leluhur Zhao. Hidup Sekte Api Langit..." Teriak salah satu tetua yang segera diikuti oleh seluruh murid dan para guru serta tetua lainnya. Mereka semua merasa gembira karena dibalik musibah yang menimpa mereka, terdapat keberuntungan yang menyertai.

Dengan meningkatnya kekuatan leluhur mereka, menandakan Sekte Api Langit masih akan tetap dihormati oleh sekte-sekte lainnya.

Saat para tetua hendak mendekati leluhur, Lynx segera menghentikan mereka.

“Berikan waktu Leluhur untuk sendiri. Leluhur butuh waktu untuk menstabilkan kekuatannya,” ujar Lynx kepada semua orang. “Tidak seorang pun boleh mengganggu meditasi Leluhur.”

Semua orang mengangguk patuh, meski mereka merasa pemuda ini tidak ada sangkut pautnya dengan mereka, namun melihat kebenaran yang dikatakan, dan leluhur juga sudah membalikkan badan memasuki ruangannya, semua orang kembali ke aktifitas sebelumnya.

Sementara itu Leluhur duduk kembali didalam ruangannya dengan sikap meditasi, napasnya teratur dalam. Energi spiritual mengalir deras, menyempurnakan pencapaian barunya. Dia merasa bahagia, karena dia dapat merasakan, ranah Kultivasinya sebagai immortal tingkat akhir, memiliki kekuatan yang terasa lebih tinggi dan pondasi lebih stabil daripada immortal lain yang dikenalnya.

Lynx, Leena, dan Lala perlahan meninggalkan tempat tersebut, meninggalkan tempat dimana rasa penasaran dan kagum muncul melihat kejadian langka, meningkatnya kekuatan leluhur Sekte Api Langit.

Lynx melirik kedua gadis di sampingnya dan tersenyum samar. “Lala, kita kembali ke kamar, Leena pasti masih sibuk membantu sekte.”

Leena ingin membantah, tetapi dia tahu, dia memiliki tugas disini. Meski dia bukanlah Ling Mei yang asli, selama tiga tahun, mereka sudah merawat dan menjaga Ling Mei sehingga sudah seharusnya Ling Mei turut menjaga sekte tersebut.

Li Wei yang melihat Lynx berjalan, segera berlari mendekat."Ini ulahmu kan? Pasti kamu yang membuat kekuatan leluhur meningkat."

Lynx hanya tersenyum dan meninggalkan Li Wei dengan rasa penasarannya. Li Wei yang ingin mengejar tiba-tiba terhenti, tangannya di tarik oleh Leena dan mengajaknya melayani tamu kembali.

Pada sore harinya menjelang senja, matahari perlahan tenggelam di ufuk barat, meninggalkan semburat jingga dan ungu yang memanjakan mata. Angin sejuk berembus pelan, mengalirkan hawa dingin khas pegunungan yang menyusup hingga ke tulang. Di halaman utama Sekte Api Langit, murid-murid tampak masih sibuk melayani para tamu, sementara para tetua berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil.

Di tengah suasana yang sibuk itu, Leluhur Sekte Api Langit berjalan mendekati paviliun kecil tempat Lynx duduk bersandar santai. Leluhur tampak lebih bersemangat dari biasanya, wajahnya cerah dan tubuhnya memancarkan kekuatan yang menakutkan. Setiap langkahnya menggetarkan aura penguasa, mencerminkan kekuatan Immortal Tingkat Akhir yang baru saja dicapainya.

Lynx menyadari kedatangan Leluhur dan segera berdiri memberi hormat, tetapi Leluhur mengangkat tangan, menyuruhnya tetap duduk. Dengan senyum penuh penghargaan, Leluhur duduk di hadapannya.

“Xiao Ling,” Leluhur memulai dengan nada hangat, “aku tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan terima kasihku. Tanpa bantuanmu, racun itu mungkin telah menggerogoti kultivasiku hingga akhir hayat.”

Lynx tersenyum samar. “Leluhur terlalu merendah. Aku hanya melakukan apa yang perlu dilakukan. Sebuah tindakan kecil demi keselamatan Sekte Api Langit.”

Leluhur tertawa kecil. “Aku senang dengan sifatmu. Kamu selalu merendah tidak sombong meskipun memiliki banyak keahlian. Hal kecil bagimu, namun besar bagi sekte ini.” Kemudian, nada suaranya menjadi lebih serius. “Jika ada sesuatu yang kau inginkan, katakan saja. Aku berutang besar padamu.”

Lynx tidak membuang waktu. Matanya menatap lurus pada Leluhur. “Leluhur sudah melihat salah satu kemampuanku. Karena itu aku ingin Ling Mei diizinkan untuk mengikutiku. Aku memiliki metode kultivasi khusus yang dapat membantunya mencapai potensi tertinggi. Juga dapat membantunya dengan pil buatanku.”

Leluhur mengangkat alis, tatapannya menilai. Namun setelah mengingat kemampuan dan jasa Lynx yang menyelamatkan sekte dan memperkuatnya, Leluhur mengangguk mantap. “Baiklah, aku mengizinkannya. Ling Mei memang perlu ditempa lebih jauh agar dapat memikul tanggung jawab besar di masa depan.”

“Terima kasih, Leluhur,” ujar Lynx dengan hormat.

Lynx lalu mengeluarkan beberapa botol pil dari cincin pemyimpanan." Leluhur, ini adalah pil yang dapat membantu mempercepat memulihkan kondisi anggota sekte. Ini adalah bahan-bahan yang leluhur berikan kepada saya dan sudah saya murnikan menjadi pil."

Sebelumnya, saat Lynx beristirahat, seorang tetua datang membawakan bahan-bahan obat sesuai yang dipesankan oleh Lynx agar di berikan setelah selesai pengobatan, sehingga Lynx dapat mulai memurnikannya.

Leluhur tidak menduga akan mendapatkan bantuan yang sangat berharga dan dengan segera menerimanya dengan rasa terima kasih yang sangat besar.

***

"Itulah yang terjadi, kenapa akhirnya leluhur mengijinkan Ling Mei keluar dari sekte bersama kita." Kata Lynx, mengakhiri ceritanya.

